Tampilkan postingan dengan label Kulon Progo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kulon Progo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

Ada apa di Kulon progo??

Saya bersama kawan-kawan koas saat di Laguna Glagah


Awalnya saya merasa bahwa Kulon Progo adalah sebuah kabupaten di provinsi DIY yang cukup tertinggal dlm sektor pariwisata jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi DIY. Selama kuliah di Jogja yang sudah 4 tahun lebih..hehe..saya belum tertarik untuk mengetahui ada apa di balik Kabupaten Kulon Progo yang terletak di kulon (baca: barat) dari provinsi DIY ini. Ya, jangan salahkan saya yg belum tertarik karena saya pun belum melihat promo wisata dari dinas setempat yang cukup maksimal dan terdengar dari tempat saya kost selama ini. Bahkan jarang atau belum ada teman-teman yang mengeksplor pariwisata Kulon Progo ke telinga saya. Akhirnya, setelah selama ini saya “belum” tertarik ke sana, suatu tugas dalam masa koasistensi lapangan mengharuskan saya ke Kabupaten Purworejo yang tentunya melewati Kulon Progo kalau dari Sleman. Tapi, saya tidak akan  bercerita mengenai masa koas saya karena saya yakin bahwa bukan cerita yang menarik untuk orang yang tidak sebidang studi dengan saya. Hohoho..!! tidak ada salahnya saya sedikit menceritakan apa yang ada di Purworejo yang sudah merupakan daerah Jawa Tengah bukan DIY lagi. Di sana saya hampir tidak melakukan jalan-jalan ke tempat wisata satu pun. Ya, bukan karena saya yang malas jalan-jalan atau karena kerjaan koasistensi lapangan yang ngga ada berhentinya, tapi ya memang karena sedikit sekali pariwisata yang ditawarkan. Ada beberapa wisata alam seperti pantai tapi letaknya di pinggiran mendekati Kulon progo, ya jelas jauhlah dari tempat kost saya yang berbuah ”mikir-mikir” untuk jalan-jalan ke sana. Di pusat kota hanya ada alun-alun dengan masjid agung yang katanya bedug disana adalah bedug terbesar di dunia. Saya sempat mensangsikan hal ini, dunia??ngga salah?? Memangnya Arab ngga punya yang paling gede ya?? Haha! – seorang kawan akhirnya menjawab – ya jelas terbesar di dunia, kan yang punya budaya mem-bedug cuma di Indonesia. Bodoh sekali saya. Saya akui ilmu dan pengetahuan Islam saya hanya sebatas menjalankan ibadah wajib saja.