Jumat, 20 Januari 2012

Jogja Museums : Review


Saya di salah satu sudut halaman Ullen Sentalu
            Jogja memang provinsi yang kaya akan potensi wisata dan saya yakin siapa pun tahu itu. Memang benar kan?. Mau wisata budaya, alam, heritage, edukasi, museum maupun wisata minat khusus seperti desa wisata, semuanya ada di Jogja. Jika ada slogan “Jogja Istemewa”, bagi saya benar adanya, bagi saya Jogja memang selalu istemewa. Kali ini saya akan mengangkat museum dalam postingan saya. Lantas mengapa museum? Bagi saya, tujuan wisata yang satu ini kerap kali kurang mendapat perhatian entah dari wisatawan yang kemudian mengakibatkan pengelola museum wegah-wegahan atau sebaliknya, pengelola museum yang wegah-wegahan dan mengkibatkan para wisatawan susah mengakses museum (ini fakta lho, dalam postingan sebelumnya, saya berniat mengunjungi museum, sudah sampai, dan ternyata museumnya tutup, kecewa berat!). Bukan karena jam operasionalnya sudah berakhir, tapi menurut saya memang tidak adanya hawa kehidupan di beberapa museum yang membuat saya menyimpulkan bahwa pengelola museum memang wegah-wegahan. Well, apapun itu, kali ini saya akan memberikan review sedikit tentang museum-museum yang  pernah saya kunjungi di Jogja, ya lebih tepatnya museum-museum di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, mengingat saya belum pernah mengakses museum di Kab. Gunung Kidul (museum wayang Kekayon yang terletak di Jl. Wonosari ternyata masuk dalam wilayah Kab. Bantul secara administratif hehe.., baru tahu saya) dan juga Bantul (ada Museum Batik Joglo Tjipto Wening dan Museum Purbakala Pleret yang belum saya kunjungi), sementara di Kab. Kulon Progo saya tidak yakin ada museum di sana. Hehehe… ;p

Sabtu, 07 Januari 2012

2 Hari Menantang Matahari -- day 2 !


kami saat di Galabo

             Yippi! Postingan kedua saya tentang 2 hari menantang matahari akhirnya terkerjakan juga. Ya, dengan sedikit gembira, ini adalah postingan pertama saya setelah gelar baru melekat di depan nama panjang saya. Postingan pertama setelah saya resmi menyandang gelar dokter hewan yang saya telah upayakan selama 5 tahun ini. Hehehe.. dengan kondisi kesehatan yang buruk (flu, batuk, suara serak – hilang entah kemana) akibat job interview yang berurutan-- jalan-jalan—persiapan pelantikan dan sumpah dokter – musim hujan – dan kurangnya istirahat membuat kesehatan saya benar-benar drop!. Tapi, saya akan tetap menceritakan jalan-jalan saya bersama  pasangan duta wisata tersantai, tergokil dan ter-apa adanya yang saya pernah kenal. Ya, cerita kali ini masih sama seperti postingan sebelumnya, saya masih berjalan-jalan bersama ayu dan adi, namun dengan setting tempat yang berbeda.

Minggu, 25 Desember 2011

2 Hari Menantang Matahari – Day 1



Kami di salah satu sudut Taman Sari


               Mungkin judul posting saya kali ini memang terdengar sedikit aneh. Menantang matahari? Ya, memang itu yang saya lakukan selama 2 hari di tanggal 23 dan 24 Desember 2011. Hari-hari menjelang pelantikan dan sumpah dokter hewan membuat saya tidak memiliki aktivitas sama sekali, atau ya bisa dibilang saya “jobless” sampai hari pelantikan datang, mengingat semua persiapan untuk hari - H sudah difixed kan 7 hari sebelum hari – H berlangsung. Sebuah SMS masuk di inbox HP saya ketika saya sedang melaksanakan psikotes untuk seleksi karyawan di salah satu perusahaan poultry terbesar di Indonesia hari itu. Setelah saya buka smsnya ternyata bertuliskana “Dw Ayu Jatim”, ya  seorang kawan duta wisata ternyata sedang berlibur di Jogja, ya sang Yune Bonjonegoro (gelar untuk duta wisata wanita di Kab. Bonjonegoro) yang juga Raki Jawa timur meminta saya untuk menemaninya jalan-jalan di Jogja yang memang istemewa ini. Saya pun tak berpikir lama untuk merancang rencana jalan-jalan saya dalam pikiran saya yang saat itu masih abstrak karena harus sambil mengerjakan serentetan soal psikotes, dan dengan yakin saya “mengiyakan” ajakan tersebut. Ya, si Ayu memang salah satu teman duta wisata yang saya kenal akrab ketika kami sama-sama menghadiri Reuni Akbar Duta Wisata Indonesia di Bandung pada April 2010 lalu. Keakraban kami kala itu bukan hanya saat acara-acara formal tapi juga saat kami memutuskan untuk kabur dari rapat-rapat kepengurusan yang membuat kami sedikit bosan.Hahaha.. Pengalaman seru ketika berada di Bandung membuat saya harus membuat liburannya di Jogja juga maksimal.

Sabtu, 17 Desember 2011

Jelajah Candi : One day trip!



Candi Plaosan, (photo by Didim)

di Candi Kalasan bersama tim Bolang saya kali ini (Ipit, Muti, Nurul)
             Akhirnya saya menulis lagi! Setelah 2 bulan melakukan kegiatan KKN sebagai tahapan akhir studi saya. Jujur saja KKN atau Kuliah Kerja Nyata membuat saya tidak produktif mengisi blog saya ini, bukan karena tidak adanya akses internet di desa (mengingat banyak teman membawa modem) tapi lebih kepada situasi dan kondisi yang kurang mendukung terciptanya “mood” yang bagus untuk menulis. Ditambah lagi beragam program yang menjadi tanggung jawab kami dan harus dilaksanakan. Hehehe..Kali ini saya akan menceritakan jelajah candi saya beberapa waktu lalu. Bisa dibilang jelajah candi ini dilakukan sebelum KKN dimulai, saya juga sedikit lupa tapi kalau tidak salah ingat sekitar bulan Oktober. Ya, di bulan itu seluruh kegiatan Koas saya dan teman-teman memang sudah berakhir dan KKN pun belum dimulai. Apalagi yang perlu direncanakan selain jalan-jalan. Bersama dengan teman-teman bolang saya (Muti, Fiet, Nurul, Efri) dan kali ini ditemani seorang pemain tambahan yaitu si Didim dengan kamera DSLR nya. Komplit? Sudah pasti! Saya kali ini membawa “tour guide” yaitu Mas Dodok namanya. Dia adalah penjaga kost saya yang lama dan merupakan penduduk lokal yang tahu segala rute menuju candi-candi terpencil. Jelajah candi saya kali ini memang bukan ke candi-candi yang sudah terkenal seperti candi Prambanan atau Ratu Boko, mengingat akses ke sana bisa kami tempuh kapan saja tanpa perlu susah – susah  membawa tour guide.

Selasa, 27 September 2011

Kenali Negerimu, Cintai Negerimu


lembah, danau, dan belantara,
oh indahnya alam Indonesia...
pasir putih dan laut yang membiru,
menantikan kehadiranmu...

oh mahligai surga flora fauna,
karunia Tuhan Yang Maha Esa,
senyum bhinneka hangat menyapa,
pelangi budaya nusantara...

hai remaja Indonesia,
kenali negerimu, cintai negerimu!

hai remaja Indonesia,
kenali negerimu, cintai negerimu...

Indonesia!


Ga sengaja nemuin picture lucu ini di www.helloina.com
(Copyright 2012 Hello Indonesia; http://www.helloina.com/)

Sabtu, 24 September 2011

Garut, just one day!

Kampung Sampireun Resort - Garut, di kala petang ^__^

                 Hmmm, tidak saya sadari ternyata sudah sampai di tanggal 25 September 2011 dan posting saya di bulan September ini masih dan hanya berjumlah satu postingan yaitu terkait jalan-jalan saya di Kabupaten Banyumas. Betapa malasnya saya menulis blog di bulan ini. Aktivitas padat merayap meskipun dunia perkoasan sudah berakhir tidak bisa saya hindari. Mulai dari kembali mengurusi praktikum sebagai asisten sampai dengan magang di RSH Soeparwi yang disinilah sebenarnya waktu saya tersita banyak demi mencari skill. Belum lagi ditambah segala urusan yang berhubungan dengan membantu adek yang kebetulan mulai berkuliah di Jogja di bulan ini juga. Sudah jelas bukan kalau tidak ada waktu jalan-jalan sama sekali di bulan ini untuk saya? Ya, akhirnya saya berniat untuk menuliskan pengalaman jalan-jalan saya ke Kabupaten Garut. Sebuah cerita lama yang saya dapatkan sekitar bulan April 2010 lalu.

Minggu, 04 September 2011

Banyumas, I Enjoyed it!!



Goa Selirang, Baturraden

           Perjalanan saya kali ini masih terkait dunia perkoasan yang selalu saya sempatkan untuk jalan-jalan. Keputusan kelompok koas saya untuk memilih kabapaten Banyumas sebagai lokasi koas administrasi dinas dan kesehatan masyarakat veteriner bulan Maret lalu, jujur membuat saya cukup hepi hehehe..Bagaimana tidak, saya rasa kabupaten Banyumas yang beribukota di Purwokerto ini memiliki  objek wisata yang lumayan memadai untuk dikunjungi, terlebih kulinernya yang terkenal dengan soto sokaraja yang khas. Bagian koas yang satu ini memang hanya berkaitan dengan urusan kedinasan dengan jam kerja mengikuti jam kerja dinas setempat dari pukul 07.30-14.00 WIB tanpa ada beban tugas atau apapun itu yang harus dipikirkan, selain laporan di akhir kegiatan yang sangat fleksibel (dalam hal tempo waktu) untuk diserahkan kepada dinas setempat. Itu artinya saya memiliki waktu dan pikiran yang maksimal untuk membuat rencana jalan-jalan dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.