Mungkin
akhir-akhir ini nama Goa Pindul sering kita dengar baik dari media informasi
maupun dari mulut ke mulut, ya, dari mereka yang sudah merasakan serunya ber-cave tubbing ria di sana. Goa Pindul
yang terletak di Dusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul
ini memang sedang naik daun rupanya. Keseruan yang ditawarkan olehnya membuat
saya sendiri sudah merencanakan perjalanan menuju ke sana sejak jaman KKN
sekitar dua bulan yang lalu. Suatu kegembiraan yang tidak direncanakan,
memang, ketika seorang teman saya,
Desem, tiba-tiba menawari saya untuk ikutan ber-cave tubbing ria di Goa Pindul pada pertengahan Januari yang lalu.
Seketika saya mengiyakan ajakan tersebut. Apalagi jalan-jalan kali ini
beranggotakan Satria, Ardhy, Desem dan juga Thira (pacar Ardhy). Rombongan
inilah yang dulu juga mengajak saya menikmati indahnya beberapa pantai selatan
di Kabupaten Gunungkidul ketika jaman kami masih kuliah.
Jumat, 03 Februari 2012
Minggu, 29 Januari 2012
Menengok Alam dan Sang Bapak Pembangunan di Bumi Karanganyar
![]() |
| Saya di depan pintu masuk Grojogan Sewu =) |
Sebenarnya
ini merupakan cerita jalan-jalan saya yang sudah cukup lama, dan baru sempat
saya membahasnya dalam postingan kali ini. Lebih tepatnya ini merupakan cerita
jalan-jalan bersama keluarga besar saya. Ya, jujur saja, saya akhir-akhir ini
lebih menikmati untuk ngebolang
sendirian atau bersama kawan-kawan seumuran saya, daripada bersama keluarga.
Mengapa? Bukan karena saya tidak cinta keluarga. Bagi saya keluarga adalah
segala-galanya. Tapi ketika berwisata bersama keluarga itu artinya harus
mengharmonisasikan berbagai hal yang bagi saya, justru mengakibatkan wisata itu
menjadi seadanya. Pertama, ketika
kita berwisata bersama keluarga itu artinya kita harus menurut pada kemampuan
dan keinginan dari sebagian besar anggota keluarga. Jangan harap kita dapat
mengeksplorasi wisata-wisata terpencil yang medannya cenderung repot dan jelas
dihindari oleh sebagian besar anggota keluarga. Kedua, berbagai pertimbangan
terutama keamanan ketika berwisata akan membuat kita tidak mendapatkan sensasi
adrenalin yang sebenarnya ditawarkan dari beberapa tempat wisata. Iya kan? Ini
terlihat dari saya yang mencoba membandingkan ber-flying fox ketika bersama anggota keluarga dan sendirian. Ketika
sendirian, saya dengan cepatnya memutuskan, membayar tiket dan seketika
meluncur. Nah, ketika bersama keluarga, berbagai pertimbangan dan kekhawatiran
muncul dari pihak keluarga sehingga harus berlama-lama untuk meyakinkan bahwa
saya akan baik-baik saja. Percaya atau tidak, feel-nya pun berkurang lho..
Kamis, 26 Januari 2012
Semarang Kabupaten: Budaya, Alam dan Heritage
| Saya di tengah panorama pegunungan yang masih asri! |
Ya, ini masih kelanjutan dari rangkaian perjalanan
saya selama 3 hari di Semarang. Jika selama 2 hari sebelumnya saya manfaatkan
untuk menikmati Semarang Kota yang benar-benar menghadirkan suasana perkotaan
dengan segala kesibukannya, kini saatnya saya menikmati sesuatu yang berbeda.
Memang, hari terakhir ini sengaja saya manfaatkan untuk menikmati sejuk dan
hijaunya Kabupaten Semarang. Bisa dibayangkan betapa menyenangkannya suasana di
sana, apalagi saya diberi kesempatan untuk menginap semalam di rumah Ani yang
terletak di bawah lokasi wisata Bandungan. Dari awal, tujuan saya di Kabupaten
Semarang memang lebih ingin menikmati destinasi yang terletak di Ambarawa
bagian atas, bukan di Ungaran yang notabene ibukota kabupaten. Ya, karena saya
mencari suasana pedesaan dengan alam yang hijau, udara yang segar dan keinginan
untuk melihat local wisdoms.
Senin, 23 Januari 2012
Menelusuri Semarang Kota – Hari Dua
| Saya di salah satu sudut Lawang Sewu |
Setelah semalaman berusaha tidur
nyenyak di dalam losmen yang notabene hanya berbayar Rp. 60.000,-/ malam dengan
kasur tipisnya, saya pun rela bangun pagi-pagi untuk segera sholat shubuh,
mandi dan packing. Hehehe.. intinya,
saya tidak mau berlama-lama di losmen dan segera check out. Pagi itu Ani menjemput saya pada pukul 07.00 pagi dan
kemudian bergegas menuju rumah pakdhenya
untuk meletakkan tas ransel saya. Pagi itu, kami memutuskan untuk mencari
sarapan terlebih dulu di daerah kampus Undip yang berada di Tembalang. Ya,
akhirnya kami mencoba sarapan nasi gandul yang jauh dari ekspektasi saya. Padahal, nasi
gandul khas Pati (baca: asal Ayah saya) ini rasanya benar-benar nikmat jika
ditemui di tempat asalnya. Bahkan nasi gandul yang saya cicipi pagi itu jauh
lebih tidak enak dibandingkan langganan saya di Jogja. Hahaha..apapun itu, yang
jelas bisa digunakan untuk mengganjal perut saya, sebelum melanjutkan
perjalanan di Semarang Kota di hari kedua ini.
Label:
Lawang Sewu,
Museum,
Semarang,
Traveling,
Wisata Heritage
Lokasi:
Semarang, Indonesia
Sabtu, 21 Januari 2012
Menelusuri Semarang Kota – Hari Satu
Jumat, 20 Januari 2012
Jogja Museums : Review
![]() |
| Saya di salah satu sudut halaman Ullen Sentalu |
Jogja memang provinsi yang kaya akan
potensi wisata dan saya yakin siapa pun tahu itu. Memang benar kan?. Mau wisata
budaya, alam, heritage, edukasi,
museum maupun wisata minat khusus seperti desa wisata, semuanya ada di Jogja.
Jika ada slogan “Jogja Istemewa”, bagi saya benar adanya, bagi saya Jogja
memang selalu istemewa. Kali ini saya akan mengangkat museum dalam postingan
saya. Lantas mengapa museum? Bagi saya, tujuan wisata yang satu ini kerap kali
kurang mendapat perhatian entah dari wisatawan yang kemudian mengakibatkan
pengelola museum wegah-wegahan atau
sebaliknya, pengelola museum yang wegah-wegahan
dan mengkibatkan para wisatawan susah mengakses museum (ini fakta lho, dalam
postingan sebelumnya, saya berniat mengunjungi museum, sudah sampai, dan
ternyata museumnya tutup, kecewa berat!). Bukan karena jam operasionalnya sudah
berakhir, tapi menurut saya memang tidak adanya hawa kehidupan di beberapa
museum yang membuat saya menyimpulkan bahwa pengelola museum memang wegah-wegahan. Well, apapun itu, kali ini saya akan memberikan review sedikit tentang museum-museum
yang pernah saya kunjungi di Jogja, ya
lebih tepatnya museum-museum di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, mengingat
saya belum pernah mengakses museum di Kab. Gunung Kidul (museum wayang Kekayon yang terletak di Jl. Wonosari ternyata masuk dalam wilayah Kab. Bantul secara administratif hehe.., baru tahu saya) dan juga Bantul (ada Museum Batik Joglo Tjipto Wening dan Museum Purbakala Pleret yang belum saya kunjungi), sementara di Kab.
Kulon Progo saya tidak yakin ada museum di sana. Hehehe… ;p
Label:
Museum,
Traveling,
Yogyakarta
Lokasi:
Yogyakarta, Indonesia
Sabtu, 07 Januari 2012
2 Hari Menantang Matahari -- day 2 !
![]() |
| kami saat di Galabo |
Yippi!
Postingan kedua saya tentang 2 hari menantang matahari akhirnya terkerjakan
juga. Ya, dengan sedikit gembira, ini adalah postingan pertama saya setelah
gelar baru melekat di depan nama panjang saya. Postingan pertama setelah saya
resmi menyandang gelar dokter hewan yang saya telah upayakan selama 5 tahun
ini. Hehehe.. dengan kondisi kesehatan yang buruk (flu, batuk, suara serak –
hilang entah kemana) akibat job interview
yang berurutan-- jalan-jalan—persiapan pelantikan dan sumpah dokter – musim
hujan – dan kurangnya istirahat membuat kesehatan saya benar-benar drop!. Tapi,
saya akan tetap menceritakan jalan-jalan saya bersama pasangan duta wisata tersantai, tergokil dan
ter-apa adanya yang saya pernah kenal. Ya, cerita kali ini masih sama seperti
postingan sebelumnya, saya masih berjalan-jalan bersama ayu dan adi, namun
dengan setting tempat yang berbeda.
Label:
Solo,
Traveling,
Wisata Belanja
Lokasi:
Surakarta, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)



