Sabtu, 17 Desember 2011

Jelajah Candi : One day trip!



Candi Plaosan, (photo by Didim)

di Candi Kalasan bersama tim Bolang saya kali ini (Ipit, Muti, Nurul)
             Akhirnya saya menulis lagi! Setelah 2 bulan melakukan kegiatan KKN sebagai tahapan akhir studi saya. Jujur saja KKN atau Kuliah Kerja Nyata membuat saya tidak produktif mengisi blog saya ini, bukan karena tidak adanya akses internet di desa (mengingat banyak teman membawa modem) tapi lebih kepada situasi dan kondisi yang kurang mendukung terciptanya “mood” yang bagus untuk menulis. Ditambah lagi beragam program yang menjadi tanggung jawab kami dan harus dilaksanakan. Hehehe..Kali ini saya akan menceritakan jelajah candi saya beberapa waktu lalu. Bisa dibilang jelajah candi ini dilakukan sebelum KKN dimulai, saya juga sedikit lupa tapi kalau tidak salah ingat sekitar bulan Oktober. Ya, di bulan itu seluruh kegiatan Koas saya dan teman-teman memang sudah berakhir dan KKN pun belum dimulai. Apalagi yang perlu direncanakan selain jalan-jalan. Bersama dengan teman-teman bolang saya (Muti, Fiet, Nurul, Efri) dan kali ini ditemani seorang pemain tambahan yaitu si Didim dengan kamera DSLR nya. Komplit? Sudah pasti! Saya kali ini membawa “tour guide” yaitu Mas Dodok namanya. Dia adalah penjaga kost saya yang lama dan merupakan penduduk lokal yang tahu segala rute menuju candi-candi terpencil. Jelajah candi saya kali ini memang bukan ke candi-candi yang sudah terkenal seperti candi Prambanan atau Ratu Boko, mengingat akses ke sana bisa kami tempuh kapan saja tanpa perlu susah – susah  membawa tour guide.

Hahaha..iseng aja nih..
                 
di salah satu ruang Candi Plaosan

hahaha..its Narsis Time?
           Saya dan teman-teman berangkat dari kampus sekitar pukul 10.00 WIB dan berhenti sejenak di pagar Kompleks Candi Prambanan untuk bertemu Mas Dodok yang sudah menunggu kami disana. Setelah bertemu, tak banyak cakap, kami pun langsung bergerak menuju lokasi Candi yang pertama yaitu Candi Plaosan dengan sepeda motor kami. Sepeda motor merupakan moda transportasi yang paling cepat dan fleksibel menurut saya, apalagi jika lokasi yang ditempuh cenderung “blusukan” dan akan ada banyak lokasi yang akan dikunjungi dalam satu hari. Candi Plaosan ini terletak di Kabupaten Klaten, namun tak jauh dari kompleks Candi Prambanan. Jika Prambanan bercorak Hindu, lain halnya dengan Candi Plaosan yang bercorak Budha. Candi Plaosan sendiri terbagi menjadi 2 area yaitu Plaosan Lor (Utara) dan Plaosan Kidul (Selatan). Candi Plaosan Lor merupakan kompleks candi yang cukup besar dengan beberapa candi utama dan candi-candi kecil ditepinya. Saat saya dan teman-teman berkunjung, tampak banyak pekerja yang sedang merehabilitasi candi terutama candi-candi kecil di tepi candi utama. Bagi saya, ini menunjukkan keseriusan pemda dan dinas setempat dalam menjaga warisan budaya. Great Job! Bagi saya candi ini memiliki bentuk arsitektur yang menarik, bisa dibilang ada corak Hindu meskipun Candi Plaosan adalah Candi Budha. Adanya stupa-stupa yang berdiri tunggal di lokasi candi jelas menunjukkan corak Budha yang nyata. Sementara kompleks Plaosan Kidul hanya merupakan kompleks candi yang sempit dengan beberapa candi yang kecil. Satu pelajaran dari candi Plaosan yang lokasinya berdekatan dengan Kompleks Candi Prambanan yaitu kerukunan beragama yang jelas terlihat di masa itu.

Didim, Nurul, Ipit dan Muti di salah satu stupa Plaosan =)

Cheers at Candi Banyunibo

            Jelajah kami di Plaosan berakhir. Saatnya menuju Candi berikutnya yaitu Candi Sojiwan. Letaknya agak membentang dari lokasi Candi Plaosan yaitu di sebelah selatan. Ketika kami sampai di lokasi, sangat disayangkan kami mengurungkan niat untuk memasuki kompleks Candi Sojiwan karena sedang direnovasi total dan penuh dengan pekerja. Sebenarnya tidak ada larangan untuk masuk, tapi menurut kami percuma juga masuk, karena kami hanya bisa mengamatinya dari jarak beberapa meter. Jadi sama saja jika kami mengamatinya dari luar pagar Candi Sojiwan. Sekitar 10 menit kami memandang, akhirnya Mas Dodok mengajak kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Candi berikutnya yaitu Candi Banyunibo. Letaknya lumayan jauh, dengan medan yang berkerikil dan berbatu-batu. Candi Banyunibo, jika dilihat dari asal namanya yaitu Banyu = air dan nibo = jatuh maka bentuk candi ini memang seperti tetesan air. Candi Banyunibo hanya berisi sebuah candi tanpa ada candi-candi kecil yang mengitarinya. Candi ini bercorak Budha dengan sebuah stupa di bagian atapnya. Dan yang lebih menarik lagi, di candi ini kami tidak membayar tiket masuk atau retribusi sama sekali mengingat Mas Dodok adalah orang lokal yang rata-rata dikenal oleh petugas Candi. Hahaha..nikmat bukan? Orang lokal adalah pilihan tepat jika kita ingin mengunjungi lokasi-lokasi wisata terpencil. 
hiking menuju Candi Barong

di gerbang masuk ke candi utama @kompleks Candi Barong
di salah satu candi utama di kompleks Candi Barong
            Selesai dari Candi Banyunibo, kami pun menuju Candi Barong. Sebenarnya antara Candi Barong, Candi Banyunibo dan Kompleks Candi Ratu Boko letaknya berdekatan hanya medan dan ketinggiannya saja yang berbeda. Menurut saya, Candi Barong merupakan candi yang memiliki bentuk bangunan yang sedikit berbeda dengan candi-candi yang sebelumnya kami datangi. Dengan letaknya yang diatas bukit mengharuskan kami sedikit tracking dari lokasi dimana kami menitipkan motor di rumah penduduk. Candi ini memiliki halaman atau bisa disebut teras yang cukup luas. Sebelum memasuki Candi di atas maka kami harus memasuki teras candi yang untuk menuju ke sana pun terdapat beberapa anak tangga. Ya, bisa dibiliang candi ini memiliki struktur berundak hingga mencapai candi-candi utama di bagian atas. Setelah melewati teras maka kami pun disambut dengan sebuah gerbang kecil dengan anak tangga untuk mencapai lokasi candi-candi utama yang berada di atas. Berdasarkan keterangan yang saya baca dari papan keterangan, candi ini serupa dengan kompleks candi Gedong Songo yang terdapat di Bandungan, Kabupaten Semarang. Dan setelah saya lihat memang struktur bangunannya tidak jauh berbeda dengan corak Hindunya yang terasa. Panaskah disana? Sudah pasti! Di tengah hari yang cerah, perjalanan menuju ke sana sangat menguras keringat. Tapi jika ingin dinikmati secara lebih, kita dapat melihat pemandangan yang luar biasa dari atas bukit. Kondisi alam yang benar-benar masih asli dapat dirasakan di kompleks Candi Barong ini. Apalagi saat itu saya dan teman-teman berkesempatan melihat seekor elang yang terbang di atas kami dengan sangat jelas. Indah bukan? Saatnya kami berpamitan dengan Candi Barong. Setelah mengisi buku tamu (lagi-lagi kami tidak dipungut biaya apapun) kami pun bergegas menuju Candi Sari.

Kemegahan Candi Sari
             Ya! Candi Sari adalah Candi Budha yang terletak di utara jadi kami harus menyeberang jalan utama Jogja – Klaten lagi untuk mencapai lokasinya. Struktur bangunan Candi Sari yang berbentuk nyaris kubus membuat candi ini tampak megah dari sisi depan dengan satu pintu utama dan beberapa jendela di sisi depannya. Candi ini sedikit gersang dengan minimnya pohon di lokasi dan pengelolaan taman yang tidak maksimal. Setelah kami memasuki pintu candi maka kami menemukan bahwa candi ini terbagi menjadi 2 ruangan yaitu ruang timur dan barat yang keduanya memiliki struktur yang sama. Tak lama saya dan teman-teman berada di candi ini dan di Candi Sari jugalah saya dan teman-teman berpisah dengan Mas Dodok yang harus pulang untuk menjemput puterinya dari TK. Setidaknya kami sudah menjelajahi candi-candi terpencil dengan hospitality Mas Dodok. J..Perjalanan pun berlanjut menuju Candi Kalasan sebagai candi terakhir tujuan saya dan teman-teman. Candi Kalasan yang bercorak Hindu ini sangat mudah ditemukan, ya tepat berada di sisi selatan jalan utama Klaten-Jogja. Kompleks Candi Kalasan ini memiliki lingkungan yang sejuk dengan banyaknya pohon dan tat ataman yang memadai. Saking nyamannya si Didim memilih tidur sejenak di salah bangku taman dan merelakan DSLR nya untuk kami pakai berfoto-foto. Bangunan candi ini serupa dengan gaya bangunan Candi Prambanan yang menggambarkan budaya Hindu yang kental. Di sekitar candi, terdapat banyak batu-batuan candi dan juga arca-arca yang diletakkan secara teratur di lokasi. Candi Kalasan bagi saya adalah candi mungil dengan suasana yang nyaman, tenang dan sangat private sehingga bisa digunakan untuk sekedar melepas penat sambil melamun J hehehe…Jelajah candi pun berakhir, kami pun kembali ke area kampus untuk makan siang bersama dan akhirnya pulang ke kost masing-masing. Indonesia memang luar biasa.....Kenali Negerimu, cintai negerimu....!!

Candi Kalasan =)

Bersama tim Bolang di Candi Kalasan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar