Minggu, 29 April 2012

Lava Tour Merapi: Keindahan Sisa Erupsi


Berakting layaknya supir beneran hahaha :)

            Manusia memang tidak ada apa-apanya ketika disandingkan dengan alam. Serupa butiran debu yang dengan mudahnya diterbangkan angin. Begitu kecil, lemah dan seolah tak berarti ketika dihadapkan dengan kuasa semesta. Itulah yang selalu saya rasakan ketika saya berhubungan langsung dengan alam. Di saat-saat seperti itu terkadang pikiran saya melayang, ya, melayang ditengah perasaan yang sedang bergembira menikmati indahnya alam semesta. Pikiran yang melambungkan perasaan saya untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, sekaligus menyadari dengan penuh keagunganNya yang luar biasa. Saya pun berpikir, layakkah manusia untuk bersombong diri? Pikiran-pikiran inilah yang kadang mengingatkan saya untuk selalu mawas diri. Lupa dan khilaf, tentunya saya juga mengakrabinya. Tapi kesadaran bahwa saya akan berpulang kepadaNya sewaktu-waktu selalu mengingatkan saya yang begitu kecil dan Tuhan yang begitu besar.

Jumat, 27 April 2012

The “Keraton Boko”, Always Worth Seeing!


Saya di depan gerbang kedua :)
       Siapa yang tidak pernah mendengar nama Kraton Ratu Boko? Saya yakin sebagian wisatawan domestik maupun asing pernah mendengarnya. Apalagi jika yang menjadi kota tujuan wisata adalah Jogjakarta dan sekitarnya. Keindahan istana masa lampau dari abad ke-8 Masehi ini tentu akan menjadi alternatif tujuan wisata, terutama bagi penggila wisata peninggalan sejarah seperti saya. Ya, saya memang memasukkan Keraton Boko dalam list tempat wisata yang selalu worth to visit. Sebenarnya kali ini bukan merupakan kunjungan pertama saya ke keraton jaman kejayaan Hindu-Budha ini. Ini adalah keempat kalinya, namun baru kali ini saya dapat menyampaikannya dalam bentuk postingan blog. Mengapa? Karena dalam tiga kunjungan sebelumnya saya hanya mendapatkan status “pernah mengunjunginya” tanpa ada makna “menikmatinya”.
"The World is a book, and those who do not travel read only a page".  (St. Augustine)

Jumat, 13 April 2012

Candi Gebang: Memoar Dahulu dan Sekarang


Saya yang nyengir kepanasan di depan Candi Gebang


        Bagi saya sejarah memang tidak ada habisnya untuk digali. Jika anak muda seumuran saya tidak menyukai kunjungan ke museum ataupun candi dan cenderung lebih menyenangi mall, sebaliknya dengan saya. Ya, tidak munafik, kadang saya pun mencintai mall sebagai salah satu tempat alternatif untuk hang out, tapi berbeda ceritanya ketika berkunjung ke mall tanpa tujuan. Akhir-akhir ini, bisa dibilang saya akan ke mall hanya jika mencari suatu barang yang memang sedang saya butuhkan, entah berupa baju, celana, buku atau pun sekedar mencari tempat makan yang cozy. Kalau pun menemani seorang kawan, pasti saya akan bertanya terlebih dahulu apa tujuannya mengajak saya ke mall. Jadi perlu dicatat: bukan untuk ke mall tanpa tujuan!. Di sisi lain, perjalanan menyusuri sejarah jelas lebih menarik perhatian saya ketimbang hang out ke mall tanpa tujuan. Apalagi sejarah bangsa sendiri yang sudah seharusnya saya kenali dengan baik. Minimal dengan menyusuri sejarah bangsa melalui candi dan museum membuat saya merasakan efek “dari tidak tahu menjadi tahu”. Ya, seperti penelusuran saya kali ini ke Candi Gebang yang terletak di Desa Gebang, Kecamatan Wedomartani, Kab. Sleman. Sebuah candi mini yang sangat berperan dalam tumbuhnya rasa excited saya terhadap wisata candi hingga saat ini.


Senin, 02 April 2012

Beach + Friendship = Adorable Trip!


Friendship @ Krakal Beach

          Tidak berlebihan jika saya selalu menyukai tour de beach sebagai tujuan utama jalan-jalan saya. Terlebih untuk pantai-pantai eksotis dengan pemandangan yang luar biasa. Awan biru cerah, pasir putih dan sinar matahari yang terpantul pada air laut yang menimbulkan gradasi warna biru - turquoise - hijau menjadi alasan kuat mengapa saya sangat mencintai pantai. Terlebih, satu hal lagi yang paling membuat saya selalu menyukai pantai yaitu kekaguman saya yang luar biasa atas lukisan Tuhan yang tergambar melalui panorama pantai, sungguh mengingatkan saya untuk bersyukur atas hidup ini.Thanks God! Its Awesome! Oh ya, meskipun saya tidak bisa berenang, bukan berarti saya anti terjun ke air laut. Ya, bagi saya nyemplung ke air laut adalah cara paling ramah untuk menyapa indahnya laut. Walaupun, untuk melakukan olahraga air, saya tetap memerlukan life jacket sebagai jiwa keberanian saya dalam menantang laut. Jadi,bagi saya tidak bisa berenang bukan berarti anti menantang laut, life jacket kuncinya! Hehe..